Charta Politika: Ganjar Pranowo Bisa Menjadi Magnet Elektoral PDI Perjuangan di Pemilu 2024

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dapat meningkatkan elektoral PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 mendatang.

Yunarto menjelaskan dalam survei Charta Politika terbaru, elektabilitas Ganjar dalam semua simulasi berada di atas angka 20 persen.

“Artinya Ganjar berpotensi menjadi dongkrak dan magnet elektoral dari PDI Perjuangan ketika dua variabel orang dengan survei tertinggi dan partai dengan survei tertinggi ini kemudian menjadi satu variabel,” kata Yunarto dalam Rilis Survei Charta Politika: Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM di kanal Youtube Charta Politika Indonesia, Kamis (22/9/2022).

Di lain sisi, Yunarto mengungkapkan keuntungan elektoral tidak akan didapat jika PDIP mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi capres.

Yunarto menyebut elektabilitas Puan masih berada di angka 2 persen, sehingga berpotensi menjadi beban elektoral PDIP pada Pemilu 2024.

“Mba Puan ada di angka sekitar 2 persen, artinya sosok capres ini yang seharusnya logikanya dalam Pemilu serentak bisa menjadi dongkrak elektoral, ini berpotensi menjadi beban elektoral,” jelas Yunarto.

Dalam survei Charta Politika, PDIP meraih elektabilitas dengan perolehan 21,4 persen.

Meski begitu, Yunarto mengatakan partai tidak hanya menggunakan hasil survei sebagai pertimbangan dalam memilih capres yang akan diusung.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Foto: Pemprov Jateng
Sumber:https://bit.ly/3DOsg3d

Survei Charta Politika: Ganjar Teratas dengan 31,3 Persen, Disusul Prabowo dan Anies

TEMPO.CO, Jakarta – Ganjar Pranowo meraih elektabilitas tertinggi dalam survei terbaru Charta Politika Survei Indonesia yang dilakukan pada 6-13 September 2022.

Charta Politika melakukan beberapa simulasi dalam pengumpulan data. Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo meraih elektabilitas 31.3 persen. Tepat di bawahnya ada Prabowo Subianto yang mendapatkan elektabilitas 24.4 persen. Kemudian pada peringkat ketiga merupakan Anies Baswedan yang memperoleh elektabilitas 20.6 persen.

“Terlihat jelas bahwa hasil survey ini menunjukkan Elektabilitas Ganjar lebih unggul dibanding elektabilitas Prabowo dan juga Anies,” seperti dikutip dari rilis Charta Politika, Kamis 22 September 2022.

Peringkat keempat tertuju pada nama Ridwan Kamil yang mendapatkan elektabilitas 7.2 persen. Kemudian di urutan ke lima ada Sandiaga Uno dengan elektabilitas 2.5 persen. Perbandingan elektabilitas yang didapatkan masing-masing calon tiga besar dengan calon di bawahnya terbilang jauh.

Pada simulasi tiga nama pun Ganjar tetap unggul

Kemudian jika melihat pada simulasi 3 nama yang tercantum, Ganjar Pranowo masih unggul dengan elektabilitas 37.5 persen. Di bawahnya, Prabowo Subianto yang mendapatkan elektabilitas 30 persen, lalu diikuti oleh Anies Baswedan dengan elektabilitas 25.2 persen. “Pilihan publik terhadap ketiga calon presiden terbilang stabil,” dalam keterangan Charta.

Charta Politika Survei Indonesia telah melakukan survei pada kurun waktu satu minggu. Survei ini memakai metode wawancara tatap muka yang diikuti oleh 1220 responden dengan menggunakan multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error 2.82 persen.

Reporter: magang_merdeka
Editor: Eko Ari Wibowo
Foto: Tempo.co
Sumber: https://bit.ly/3C0G61a

Survei Charta Politika: Elektabilitas Ganjar Tertinggi, Disusul Prabowo dan Anies

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil survei Charta Politika Indonesia menempatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di peringkat pertama sebagai tokoh politik dengan elektabilitas tertinggi (31,3 persen).

Sementara setelah Ganjar, terdapat nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (24,4 persen) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedann (20,6 persen).

Ketiga tokoh ini mendapatkan elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil survei elektabilitas Charta Politika Indonesia dengan simulasi 10 nama.

“Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo 31,3 persen, Prabowo Subianto 24, dan Anies Baswedan 20,6 persen mendapatkan elektabilitas tertinggi,” demikian siaran pers Charta Politika Indonesia, Kamis (22/9/2022).

Adapun Ketua DPR RI Puan Maharani menempati posisi keenam dengan 2,4 persen, dan ketujuh ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan 2,2 persen.

Selanjutnya, peringkat kedelapan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 1,7 persen, kesembilan Menteri BUMN Erick Thohir 1,6 persen, dan kesepuluh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 1,1 persen.

Dalam survei tersebut, 4,9 persen responden menyatakan tidak tahu dan tidak jawab.

Adapun survei Charta Politika Indonesia melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka yang dilaksanakan pada 6-13 September 2022.

Margin of error dalam survei ini lebih kurang 2,82 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis : Achmad Nasrudin Yahya
Editor : Dani Prabowo
Foto : Dok PDIP
Sumber :https://bit.ly/3S5t3RN