Entries by Charta Politika

Pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit Unggul dalam Hitungan Cepat Charta Politika

Dalam Pilkada kali ini, Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di Pemilihan Gubernur Sumatera Barat periode 2016-2021. Ada dua pasangan calon yang maju dalam Pilgub Sumatera Barat yaitu pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar yang mendapatkan nomor urut 1 (satu) dan pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit yang mendapatkan nomor urut 2 (dua). Ada 11.121 TPS […]

Zumi Zola Unggul dalam Hitung Cepat Charta Politika

Sebanyak 264 daerah (dari 269 daerah yang sebelumnya dijadwalkan menggelar Pilkada serentak) sudah melaksanakan Pilkada secara serentak pada 9 Desember 2015. Jutaan masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang meliputi 8 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), 222 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), serta 34 Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tersebut (Pilwakot). Diantara 9 […]

Parpol Jadi Alat Tokoh Tertentu, Tokoh Muda Diperlukan untuk Bersaing

Demokratisasi diduga belum sepenuhnya berjalan di internal partai politik. Hal ini membuat kaderisasi di pucuk utama pimpinan partai politik berjalan lamban sehingga membuat sejumlah partai dipimpin tokoh senior. “Demokratisasi hanya terjadi di level pemilu, tetapi tidak di level kepartaian. Partai politik hanya didirikan untuk menjadi mesin politik tokoh tertentu guna memenuhi ambisi politiknya,” kata Yunarto […]

Rilis Survei Menuju Pilkada DKI Jakarta 2017

Kami mengundang saudara/saudari: Rilis Survei Menuju Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan judul “Siapa Berani Lawan Ahok” Perlu kami sampaikan, acara tersebut akan dilaksanakan pada : Hari : Rabu, 30 Maret 2016 Waktu : Pukul 12.00-15.00 WIB (diawali dengan makan siang) Tempat : Charta Politika Indonesia, Jl. Cisanggiri 3 No. 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Demikian […]

“Peluru Kosong Nazaruddin: Pengaruhnya Terhadap Masa Depan KPK dan Partai Demokrat”

Awal bulan Mei 2011 masyarakat dikejutkan oleh kasus suap yang menjerat Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin. Kasus Nazaruddin menjadi kontroversial karena melarikan diri dan melempar tudingan terhadap petinggi Partai Demokrat dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan-pernyataan Nazaruddin kemudian menjadi berita terpopuler dan menghiasi pemberitaan media massa dalam kurun waktu Mei sampai Agustus 2011. […]