Charta Politika: Kepuasan Publik ke Pemerintah Menurun

Lembaga survei Charta Politika mengungkap bahwa kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah kian menurun.

Dalam temuan survei terbaru Charta Politika, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berada pada angka 63,5 persen, sementara tingkat ketidakpuasan berada pada angka 34,3 persen. Jika dilihat dari tren, terdapat penurunan tingkat kepuasan kinerja Pemerintah dibandingkan survei pada bulan Juni.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya atau Toto mengatakan, angka kepuasan tersebut memang masih tergolong rapor biru, namun penurunannya sudah menyalakan lampu kuning bagi pemerintah.

“Memang terjadi penurunan dan menurut saya juga lampu kuning bagi pemerintah. Artinya ada beberapa hal yang harus tersosialisasi dengan baik sesuai dengan argumentasi yang diberikan pemerintah. Namun di sisi lain memang masih bisa dikatakan rapor biru,” kata Toto dalam rilis temuan hasil survei secara daring, Kamis (22/9/2022).

Angka penurunan: Dalam temuan survei di Juli lalu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah berada di angka 68,4 persen. Hal ini berarti tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah menurun 4,9 persen.

Tidak puas: Hal itu berbanding terbalik dengan tingkat ketidakpuasan publik terhadap pemerintah yang justru mengalami kenaikan dari Juli lalu.

Charta Politika merekam tingkat ketidakpuasan publik terhadap pemerintah pada Juni lalu masih berada di angka 30 persen. Sementara kini sudah menyentuh angka 34,3 persen, naik 4,3 persen.

Ada bias: Survei Charta Politika juga merekam daerah yang memiliki jumlah pemilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi rendah, menunjukkan tingkat kepuasan yang rendah pula. Bahkan penurunan angka kepuasan terhadap pemerintah di daerah-daerah tersebut juga cukup tinggi, ketimbang daerah lain dengan komposisi jumlah pemilih Jokowi yang besar.

“Artinya saya ingin katakan, kita harus melihat ini secara lebih objektif. Pertanyaan terkait dengan kepuasan publik itu memang tidak sepenuhnya itu didasarkan pada pandangan rasional dari responden yang mewakili masyarakat yang menilai keseharian mereka lalu mereka terjemahkan menjadi bahasa kepuasan terhadap pemerintah,” ujarnya.

Toto menyebut, ada aspek subjektivitas bias partisan yang mempengaruhi hasil survei tersebut.

Survei Charta Politika dilakukan pada tanggal 6 – 13 September 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 1.220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih 2,82 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Yopi Makdori — Asumsi.co
Foto : Antara/IST
Sumber : https://bit.ly/3QYYyLH

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.