PRESS RELEASE QUICK COUNT PILPRES & PILEG 2019

Press Release
Quick Count Charta Politika
Jakarta, 18 April 2019

Pemilihan Umum Serentak 2019 telah selesai dilakukan. Masyarakat telah menentukan pilihannya pada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin negeri ini. Dan juga, pada tanggal 17 April 2019 masyarakat memilih para calon wakil rakyat yang akan mewakili suara mereka di parlemen kelak.

Berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, Charta Politika melakukan hitung cepat (quick count) secara nasional. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 2.000 TPS. Proses sampling dilakukan secara acak dengan metode Stratified Cluster Sampling, margin of error sebesar +/- 1 persen dengan tingkat kepercayaan 99%.

 

201904_rilis Quick Count Charta Politika _2019

Rilis Survei Nasional : “Prediksi Pemenang Pilpres & Pileg 2019”

Survei ini dilakukan untuk membaca preferensi politik masyarakat pada tanggal 5–10 April 2019 melalui wawancara
tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000
responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage
random sampling) dengan margin of error ± (2.19%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei ini memotret:

1) gambaran umum perolehan suara dari partai-partai politik pada 17 April 2019;

2) gambaran elektabilitas dari kandidat Capres – Cawapres;

3) penilaian masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu Serentak2019.

Beberapa temuan yang diperoleh adalah:

201904_rilis Survei Nasional_April

201904122048_Presentasi Rilis_Fin

 

Rilis Survei Nasional, Pileg 2019: Pemilu yang Terlupakan?

Sebanyak kurang lebih 7000 calon anggota legislatif dari 16 partai yang berlaga saat ini sedang berusaha untuk duduk di DPR RI. Akan tetapi hingar bingar pemilu legislatif terlihat kurang mendapat perhatian di masyarakat,relatif tertutup oleh riuhnya kampanye pada pemilihan presiden. Berkenaan dengan hal tersebut, Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei nasional preferensi politik masyarakat khusus mengenai Pemilu Legislatif. Survei ini berusaha untuk mendapatkan gambaran bagaimana gambaran perolehan elektabilitas partai-partai politik saat ini? Partai apa saja yang diprediksi akan lolos parliamentary threshold dan siapa yang diprediksi sulit lolos? Apakah masyarakat sudah yakin dengan pilihan partai politiknya? Apa saja alasan yang menjadi pertimbangan masyarakat didalam memilih partai-partai politik yang ada?

Pengumpulan data dilakukan pada 19-25 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2,19%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik. dan dapat diunduh di tautan berikut:

RILIS SURVEI_PILEG_APRIL 2019

2019_Rilis Pileg Surnas Charta Politika_4_April

Rilis Surnas “Prediksi Hasil Akhir dan Konstelasi Isu Jelang Pemilihan Umum Serentak 2019”

Kurang dari satu bulan Pemilihan Umum Serentak Legislatif dan Presiden akan digelar. Bagaimana gambaran perolehan suara partai politik menjelang perhelatan tersebut? Bagaimana gambaran elektabilitas pasangan Capres – Cawapres yang sedang berlaga saat ini?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei nasional preferensi politik masyarakat.Pengumpulan data dilakukan pada 1-9 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan
margin of error ± (2,19%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik yaitu:

201903251111_rilis Survei Maret 2019

201903251121_presentasi Rilis SurNas_Mar_ver02

Survei Pileg Daerah Pemilihan DKI Jakarta 1, 2 dan 3

Bagaimana peta elektoral pemilu legislatif DPR RI teraktual di daerah pemilihan DKI Jakarta? Siapakah caleg-caleg yang berpotensial melaju ke Senayan? Sejauh mana popularitas caleg
terhadap tingkat keterpilihannya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Charta Politika Indonesia melakukan survei opini publik di Daerah Pemilihan DKI Jakarta 1,2 dan 3 dengan jumlah sampel 800 responden di setiap daerah pemilihan, melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Survei dilaksanakan pada tanggal 18 Januari -25 Januari 2019, margin of error dari survei di tiap-tiap daerah pemilihan +/- 3,4%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik.

Press Release & Rilis Survei dapat di unduh di:

RILIS SURNAS “PETA ELEKTORAL TERKINI PILEG & PILPRES 2019”

Bagaimana peta elektoral Pileg & Pilpres saat ini? Bagaimana elektabilitas pasangan Capres-Cawapres saat ini? Bagaiamana perolehan suara partai politik saat ini, dan peluang mereka menghadapi parliamentary threshold?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Charta Politika Indonesia survei preferensi politik masyarakat secara nasional. Periode pengumpulan data dilakukan pada 22 Desember 2018 – 2 Januari 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat(multistage random sampling) dengan margin of error ± (2,19%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik.

File RILIS dapat di dowload di:

20190116_Press Release_Surnas_Charta Politika

201901161126_Rilis_Surnas_Charta Politika

Elektabilitas Calon Gubernur & Wakil Gubernur Lampung 2018

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat Lampung menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung periode 2019-2024. Pengumpulan data dilakukan pada 6-11 Maret 2018 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 800 responden yang tersebar di 8 Daerah Pemilihan di Provinsi Lampung. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (3,46%)pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik.

Rilis Lampung_Charta Politika

Presentasi Rilis Lampung_Charta Politika

Hasil Quick Count Charta Politika untuk Pilkada DKI Putaran 2

PRESS RELEASE
Hasil Quick Count Charta Politika untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta II
Rabu, 19 April 2017

Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di Pilgub DKI Jakarta putara dua periode 2018-2023. Ada dua pasangan calon yang maju dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua yaitu, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat yang mendapatkan nomor urut 2, dan Anies Baswedan Sandiaga Uno yang mendapatkan nomor urut 3.

Dalam Pilgub DKI Jakarta ini ada 13.043 TPS (tempat pemungutan suara) dengan 7.218.280 DPT (daftar pemilih tetap) yang sudah ditetapkan KPU. Dari 13.043 TPS tersebut, Charta Politika memilih 400 TPS sampling yang dipilih secara acak dengan metode Stratified Cluster Sampling dan margin of error (moe +/-) sekitar 2 persen serta tingkat kepercayaan 99%.

Anda bisa download Hasil Quick Count Charta Politika di link bawah ini




Prediksi Hasil Akhir Pilkada DKI Jakarta Putaran Ke-2

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat DKI Jakarta menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7-12 April 2017 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 782 responden dari 1.000 yang direncanakan, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi (Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur).

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error± (3,5%) pada tingkat kepercayaan 95%.

File bisa di download di: 




Hasil Quick Count Charta Politika di 2 provinsi dan 3 Kabupaten

Sebanyak 101 daerah sudah melaksanakan Pilkada secara serentak pada 15 Februari 2017. Jutaan masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang meliputi 7 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), 76 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), serta 18 Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tersebut (Pilwakot).

Dari 101 daerah menggelar Pilkada serentak, Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di 5 (lima) daerah yaitu 2 provinsi dan 3 kabupaten yang terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung, dan Kabupaten Muara Jambi.

Dalam Pilkada DKI Jakarta Quick count dilaksanakan di 400 TPS sebagai sampel dengan margin of error 2%, sedangkan di Pilkada Bangka Belitung sebanyak 300 TPS sampel dan MoE 2%, dan dalam Pilkada tingkat kabupaten, Quick count dilaksanakan di 200 TPS sebagai sampel dengan margin of error (moe +/-) sekitar 1 persen. Pemilihan sampel dalam quick count ini menggunakan metode Stratified Cluster Sampling dengan tingkat kepercayaan 99%.

Di setiap TPS sampling, Charta Politika menugaskan satu kontributor relawan untuk mencatat hasil pemilihan dan mengirimkannya ke server yang ada di Jakarta. Satu relawan hanya ditugaskan di satu TPS yang sudah ditetapkan untuk mereka.


Quick count ini bukanlah hasil resmi KPU yang bisa menetapkan pemenang dalam Pilkada, namun quick count bisa menjadi cerminan tentang perolehan suara masing-masing pasangan calon di sejumlah Pilkada yang dilakukan.