Elektabilitas Calon Gubernur & Wakil Gubernur Lampung 2018

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat Lampung menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung periode 2019-2024. Pengumpulan data dilakukan pada 6-11 Maret 2018 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 800 responden yang tersebar di 8 Daerah Pemilihan di Provinsi Lampung. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (3,46%)pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik.

Rilis Lampung_Charta Politika

Presentasi Rilis Lampung_Charta Politika

Hasil Quick Count Charta Politika untuk Pilkada DKI Putaran 2

PRESS RELEASE
Hasil Quick Count Charta Politika untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta II
Rabu, 19 April 2017

Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di Pilgub DKI Jakarta putara dua periode 2018-2023. Ada dua pasangan calon yang maju dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua yaitu, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat yang mendapatkan nomor urut 2, dan Anies Baswedan Sandiaga Uno yang mendapatkan nomor urut 3.

Dalam Pilgub DKI Jakarta ini ada 13.043 TPS (tempat pemungutan suara) dengan 7.218.280 DPT (daftar pemilih tetap) yang sudah ditetapkan KPU. Dari 13.043 TPS tersebut, Charta Politika memilih 400 TPS sampling yang dipilih secara acak dengan metode Stratified Cluster Sampling dan margin of error (moe +/-) sekitar 2 persen serta tingkat kepercayaan 99%.

Anda bisa download Hasil Quick Count Charta Politika di link bawah ini

[wpdm_package id=’644′]




Prediksi Hasil Akhir Pilkada DKI Jakarta Putaran Ke-2

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat DKI Jakarta menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7-12 April 2017 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 782 responden dari 1.000 yang direncanakan, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi (Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur).

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error± (3,5%) pada tingkat kepercayaan 95%.

File bisa di download di: 

[wpdm_package id=’623′]




Hasil Quick Count Charta Politika di 2 provinsi dan 3 Kabupaten

Sebanyak 101 daerah sudah melaksanakan Pilkada secara serentak pada 15 Februari 2017. Jutaan masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang meliputi 7 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), 76 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), serta 18 Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tersebut (Pilwakot).

Dari 101 daerah menggelar Pilkada serentak, Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di 5 (lima) daerah yaitu 2 provinsi dan 3 kabupaten yang terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung, dan Kabupaten Muara Jambi.

Dalam Pilkada DKI Jakarta Quick count dilaksanakan di 400 TPS sebagai sampel dengan margin of error 2%, sedangkan di Pilkada Bangka Belitung sebanyak 300 TPS sampel dan MoE 2%, dan dalam Pilkada tingkat kabupaten, Quick count dilaksanakan di 200 TPS sebagai sampel dengan margin of error (moe +/-) sekitar 1 persen. Pemilihan sampel dalam quick count ini menggunakan metode Stratified Cluster Sampling dengan tingkat kepercayaan 99%.

Di setiap TPS sampling, Charta Politika menugaskan satu kontributor relawan untuk mencatat hasil pemilihan dan mengirimkannya ke server yang ada di Jakarta. Satu relawan hanya ditugaskan di satu TPS yang sudah ditetapkan untuk mereka.

[wpdm_package id=’588′]

Quick count ini bukanlah hasil resmi KPU yang bisa menetapkan pemenang dalam Pilkada, namun quick count bisa menjadi cerminan tentang perolehan suara masing-masing pasangan calon di sejumlah Pilkada yang dilakukan.




Charta Politika: Ahok 39 %, Anies 31,9 %, Agus 21,3 %

Charta Politika menggelar survei pada 3-8 Februari 2017. Dari hasil survei yang dilakukan, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, meraih elektabilitas 21,3 persen.

Pasangan calon pemilihan dua, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, mendapat 39 persen, dan pasangan nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, 31, 9 persen.

“Sisanya sebanyak 7,8 persen responden menyatakan tidak tahu,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/2/2017).

Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 764 responden di lima wilayah kota di Jakarta.

Pertanyaan yang diajukan ke responden adalah pasangan mana yang akan dipilih jika hari pencoblosan digelar pada saat dilakukannya survei.

Survei yang dilakukan Charta Politika disebut memiliki multistage random sampling dengan margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pendanaan berasal dari dana internal Charta Politika.

Prediksi Hasil Akhir Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017

Prediksi Hasil Akhir Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survey preferensi politik masyarakat DKI Jakarta menjelang
pemilihan Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Pengumpulan data dilakukan pada
tanggal 3–8 Februari 2017 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah
sampel sebanyak 764 responden dari 800 yang direncanakan, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi
(Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur).

Survei ini menggunakan metode

acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (3,5%) pada tingkat kepercayaan 95%.
Dalam survey ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik. Pertama, (70.5%)
masyarakat mengaku puas terhadap kinerja pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuki
Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

 

[wpdm_package id=’556′]




Survei Charta Politika DKI Jakarta 2017

Peta Elektoral Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Jelang Pencoblosan

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat DKI Jakarta menjelang pemilihan Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Pengumpulan data dilakukan pada 17–24 Januari 2017 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 767 responden dari 800 yang direncanakan, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan satuKepulauan (Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu). Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (3,5%) pada tingkat kepercayaan 95%.

 

[wpdm_package id=’527′]




Klarifikasi Charta Politika

Sejak ramainya postingan POTONGAN FOTO kuisioner survei Charta via twitter @AndiArief_AA Berikut ini poin-poin :

1.Bahwa benar @ChartaPolitika saat ini sedang melakukan survei Pilkada DKI Jakarta.

2.Metodologi yg digunakan multistage random sampling.

3.Survei hanya dilakukan di beberapa kecamatan terpilih & bukan merupkan survei provinsi DKI Jakarta secara menyeluruh.

4.Survei dilakukan untuk kebutuhan pemetaan data di kecamatan-kecamatan terpilih.

5.Kegiatan Survei yang kami lakukan dibekali izin resmi Kemendagri Pusat & Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta.

kla-1

6.POTONGAN FOTO kuisioner yg diposting @AndiArief_AA hasil perebutan paksa dari surveyor kami oleh Ketua RT Kelurahan Lebak Bulus.

7.POTONGAN FOTO oleh @AndiArief_AA jika dibaca lebih teliti tertulis, hanya ditanyakan kepada responden yang MEMILIH Basuki-Djarot.

8.Di pertanyaan selanjutnya, dilakukan pula pendalaman pertanyaan kepada responden pemilih selain Basuki-Djarot.

9.Pertanyaan seperti ini biasa dilakukan saat survey untuk menggali karakteristik pemilih masing-masing calon.

10.Yang membuat menjadi ramai, postingan POTONGAN FOTO oleh @AndiArief_AA tidak ditampilkan secara utuh.

11.Beberapa kali ada pihak yang ingin menjatuhkan kredibilitas survei Charta dengan mengedit data kami oleh pihak-pihak tertentu.

12.Hasil Survei Charta Pra Pileg 2014 & Pilkada Jakarta Maret 2016, juga pernah diedit demi kepentingan pihak tertentu.

kla-2

13.Sekian terkait postingan POTONGAN FOTO kuisioner Charta Politika.

https://twitter.com/ChartaPolitika 

Hasil Hitung Cepat Charta Politika di PilBup Ogan Komering Ulu

Dalam Pilkada kali ini, Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di Pilbup Ogan Komering Ulu periode 2016-2021. Ada dua pasangan calon yang maju dalam Pilbup Ogan Komering Ulu yaitu Kuryana Azis – Johan Anuar yang mendapatkan nomor urut 1, dan Percha Leanpuri – HM Nasir Agun yang mendapatkan nomor urut 2.

Dalam Pilbup Ogan Komering Ulu ini ada ada 714 TPS (tempat pemungutan suara) dengan 259.047 DPT (daftar pemilih tetap) yang sudah ditetapkan KPU. Dari 714 TPS tersebut, Charta Politika memilih 200 TPS sampling yang dipilih secara acak dengan metode Stratified Cluster Sampling dan margin of error (moe +/-) sekitar 1 persen serta tingkat kepercayaan 99%.

Di setiap TPS sampling, Charta Politika menugaskan satu kontributor untuk mencatat hasil pemilihan dan mengirimkannya ke data center. Satu kontributor hanya ditugaskan di satu TPS sampling yang sudah ditetapkan untuk mereka. Dalam hitungan cepat ini diketahui bahwa partisipasi pemilih mencapai 74,4%. Sementara itu jumlah pemilih yang tidak menggunak hak suara mereka (golput) sebesar 25,6%.

 

Zumi Zola Unggul dalam Hitung Cepat Charta Politika

Sebanyak 264 daerah (dari 269 daerah yang sebelumnya dijadwalkan menggelar Pilkada serentak) sudah melaksanakan Pilkada secara serentak pada 9 Desember 2015. Jutaan masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang meliputi 8 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), 222 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), serta 34 Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tersebut (Pilwakot). Diantara 9 provinsi yang menggelar Pilkada, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.

Dalam Pilkada kali ini, Charta Politika berpartisipasi dengan melakukan perhitungan cepat (quick count) di Pemilihan Gubernur Jambi periode 2016-2021. Ada dua pasangan calon yang maju dalam Pilgub Jambi yaitu pasangan Hasan Basri Agus – Edi Purwanto yang mendapatkan nomor urut 1 (satu) dan pasangan Zumi Zola – Fachrori Umar yang mendapatkan nomor urut 2 (dua).

Pemungutan suara Pilgub Jambi dilakukan di 7.067 TPS (tempat pemungutan suara) dengan 2.445.305 DPT (daftar pemilih tetap) yang sudah ditetapkan KPU. Dari 7.067 TPS tersebut, Charta Politika memilih 300 TPS sampling yang dipilih secara acak dengan metode Stratified Cluster Sampling dan margin of error (moe +/-) sekitar 2 persen serta tingkat kepercayaan 99%.

Di setiap TPS sampling, ada Charta Politika menugaskan satu kontributor untuk mencatat hasil pemilihan dan mengirimkannya ke data center. Satu kontributor hanya ditugaskan di satu TPS yang sudah ditetapkan untuk mereka. Tidak lama setelah waktu penghitungan suara yang serentak dilakukan pada 13.00 WIB, data hasil penghitungan suara di 300 TPS sampel masuk ke data center. Dari 100% data yang masuk, diketahui bahwa partisipasi pemulih di Pilgub Jambi sebesar 65,7%.